Jumat, 09 November 2018

Harful Jar

حَرْفُ الْجَرِّ


Sepertiكَ            Didalamفِي         Dariمِنْ
Kepunyaanلِ    Denganبِ      Di atasعَلَى
Dariعَنْ               Keاِلَى

ذَهَبْتُ بِالسَّيَّارَةِ
الْأُسْتَاذُ مِنَ الْفَصْلِ
ذَهَبْتَ بِسُرْعَةٍ
اْلأُمُّ مِنَ السُّوْقِ
الْحَدِيْثُ عَنْ اَبِى هُرَيْرَة
الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ
هَذَا الْحَدِيْثُ عَنْ اُمِّ سَلَمَة
الْقَلَمُ عَلَى الْمَكْتَبِ
اَنْتَ كَالْحِصَانِ فِي السَّيْرِ
اَنْتَ ذَاهِبٌ إِلَى السُّوْقِ
أَنْتَ كَالْقَمَرِ فِي السُّلُوْكِ
مُحَمَّدٌ ذَاهِبٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ
الْفُلُوْسُ لِلاُمِّ
الطَّالِبُ فِي الْمَطْبَخِ
الْجَوَّالُ للأَبِ
الْكُرْسِيُّ فِي الْفَصْلِ


Kesimpulan :

1.  Harful Jar adalah suatu kata yang tidak memiliki makna yang sempurna kecuali bersama kata yang lainnya.

Sebagai contoh kalimat- kalimat diatas.
Kalo kita perhatikan kalimat  "     الْاُسْتَاد مِنَ الْفَصْلِ "  pada baris pertama yang artinya "Ustadz itu dari kelas" di dalam kalimat tersebut ada kata  " مِنْ "  yang artinya "dari"  ketika dia berdiri sendiri maka dia tidak memiliki makna yang sempurna tapi ketika dihubungkan dengan ism / kata benda sesudahnya seperti kata "kelas" maka dua kata tersebut menjadi "dari kelas" dalam bahasa arabnya "  مِنَ الْفَصْلِ  "  maka kita menjadi faham bahwa kata tersebut sudah menjadi makna yang sempurna dan dapat dimengerti artinya.
Begitu juga temen2 harful jar yang lainnya ketika dia hanya berdiri sendiri dia tidak mempunyai makna yang dapat dipahami tapi ketika kita hubungi dengan kata benda setelahnya baru lah kita dapat faham dan mengerti.

2.  Harful jar dapat mengkasrohkan ism / kata benda setelahnya seperti kata.   "    مِنَ الْفَصْلِ   "     yang artinya "dari kelas" dan kata kelas atau  الْفَصْلِ    dinamakan Ismul Majrur /  إسْمُ الْمَجْرُوْرِ     


Contoh dalam AlQuran

Sesungguhnya orang2 yang berbakti benar2 berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan [QS. Al Infithor : 13 ]
إِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِى نَعِيْمٍ١

Pada suatu hari yang besar [QS. Al Mutofifin : 5 ]
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍ٢

Padahal Allah mengepung dari belakang mereka. [QS. AlBuruj : 20 ]
وَ اللَّهُ مِنْ وَرَآئِهِمْ مُحِيْطٌ٣

Dan langit, bagaimana ditinggikan ? [QS. AlGasyiyah : 18 ]
وَإِلَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ٤

Dan kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah. [QS. AlFajr : 9 ]وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوْا الصَّخْرَ بِالْوَادِ٥

Senin, 18 Desember 2017

Latihan Buat Kalimat Kata الثوب


Latihan Pertama
التدريب الاول   

Pembahasan Kali ini tentang  "BAJU" atau "الثوب" yang kita letakkan di suatu Kalimat ...

Ingat kalimat ada 2
1. Kalimat Ismiyah dan
2. Kalimat Fi'liyah

1. Pertama Kalimat Ismiyah

Kalo Kalimat Ismiyah susunan Kalimatnya terdiri dari beberapa ism yaitu mubtada dan Khobar

Mubtada adalah suatu ism / kata benda diawal kalimat, sementara

Khobar adalah suatu ism yang Menjelaskan/ Menerangkan dari mubtadanya ...

*Contoh Kalimat Ismiyah*

١) لي ثوب جديد
Kepunyaanku sebuah baju baru

Kata ثوب sebagai Khobar karena menjelaskan mubtada.

٢) الثوب أبيض اللون
*Baju itu warna putih*

Kata ثوب sebagai mubtada karena letaknya diawal kalimat

2. Kedua Kalimat Fi'liyah

Kalimat Fi'liyah adalah Kalimat yang susunannya terdiri dari
1. Fi'il dan Faa'il atau
2. Fi'il, Faa'il dan Maf'ul atau
3. Fi'il, Faa'il dan Khobar atau
4. Fi'il, Faa'il, Maf'ul dan Khobar

Pembahasan ....

Fi'il adalah kata Kerja, baik bentuk lampau atau bentuk sekarang / فعل ماضي atau فعل المضارع

Sedangkan ....
Faa'il adalah sabject dari pekerjaan itu atau yang melakukan suatu perbuatan.

Sedangkan ...
Maf'ul bih adalah yang dikenai pekerjaan atau object nya

Sedangkan ...
Khobar adalah keterangan nya, baik keterangan waktu, tempat atau keadaan.

Contoh Kalimat Fi'liyah

1. Pertama kata الثوب sebagai Maf'ul bih
Contoh :
٣) اشتريت الثوب في الدكان
Saya telah membeli sebuah baju ditoko

Contoh lain :
٤) تكوي خديجة ثوبها كل أسبوع
Khodijah menyetrika bajunya setiap minggu

2. Kedua kata الثوب sebagai Keterangan atau Khobar
Contoh :
٥) يصلي زكريا بثوب طاهر
Zakaria sholat dengan baju yang bersih

Inilah lima kalimat baru yang kita pelajari pada hari ini. Seperti biasa, Anda harus bisa membacanya dengan benar. Anda juga harus bisa menulisnya dengan baik. Anda paham maknanya. Anda juga harus mencoba mengucapkan kalimat yang Anda pahami ini dalam percakapan sehari-hari.

Oh ya, jangan lelah belajar. Jangan putus asa takut tidak bisa. Tugas Anda hanya belajar terus. Mencoba terus. Bersungguh-sungguh. Tidak terasa, ternyata Anda bisa. Allah memberikan kemampuan berbahasa kepada Anda.

Syukuri yang ada. Mintalah tambahan ilmu kepada-Nya. Karena tambahan ilmu itu tiada batasnya. Pernahkah Anda mendengar ada orang kekenyangan ilmu? Tidak ada.

Pernahkah Anda mendengar ada orang sakit karena kebanyakan ilmu, seperti orang yang kelebihan kolesterol, gula darah, atau asam urat?  Tidak ada.

Karena itu, katakan :

رب زدني علما

"Ya Rabbi, tambahin  ilmu kepadaku!"

Baarokallohu fiekum
*Merak, 11 December 2017*

Minggu, 06 Agustus 2017

Kalimat Ismiyah Bag. II

Kalimat Ismiyah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
كَيْفَ حَالُكُمٍ ؟ وبارك الله فيكم

Masih ingat Pelajaran terakhir .... ? Yach Kalimat Ismiyah yaitu kalimat yang susunannya terdiri dari beberapa kata benda atau beberapa ism...

Setiap ungkapan atau ucapan pasti susunan nya terdiri dari beberapa ism ...

Seperti jawaban dari pertanyaan diatas
كَيْفَ حَالُكُمْ ؟

Maka jawabannya adalah
الْحَمْدُ لِلَّهِ بِخَيْرٍ

Kalo kita mau membedah pembahasan diatas adalah :

1.  Kata  الحمد لله  adalah ism atau kata benda dan dia dikatakan mubtada karena Ism atau kata benda tersebut letaknya diawal Kalimat. Atau dalam bahasa Indonesia Diterangkan Sedangkan ....

2. Kata  بِخَيْرٍ  adalah ism atau kata benda yang letakkan setelah Mubtada yaitu dinamakan Khobar yaitu yang menjelaskan Mubtada. Kalo dalam bahasa Indonesia dinamakan Menerangkan.

Masih ingat bukan ....😇

Baiklah ada baiknya saya akan sajikan sebuah Nasyid Arab tanpa Musik kemudian Kalimat nya kita bedah bersama ....

Baarokallohu fiekum
ويسّر الله اموركم

سندباد

سندباد 5x    سندباد 5x
قِصَّةٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد
عَنْ صَبِيٍ مُسْلِمٍ قَدْ جَالَ فِي كُلِّ الْبِلَادِ
سندباد    سندباد

إِنَّهَا اَحْلَى الْحَكَاياَ     سندباد  سندباد
مُتْعَةً تَرْوِي خَفَايَا    سندباد  سندباد
يَحْتَسِي الْاَطْفَالُ مِنْهَا   سندباد   سندباد
عِبْرَةً قَوْلا  وَصَايَا

سندباد وَ يَا سَمِيْن  رَحِلانِ عَلَي السَّفِيْنِ
يَسْأَلَانِ الله دَوْمًا  إِنَّهُ الْمُعْطِى الْمُعِيْن
سندباد الْاَنَ يَرْحَلُ طَالِبًا لِلْعِلْمِ يَسْأَلُ
بَعْدَ  أَنْ صَلَّي صَلَاةَ الشُّكْرِ لِله الْمُبَجَّل

Adapun terjemahannya sebagai berikut ....

SINDIBAT

Sindibat 5x   Sindibat 5x
Kisah di setiap Hari Dari hikayat Sindibat
Tentang seorang anak kecil Muslim yang telah berkeliling di setiap negeri    2x
Sindibat  Sindibat

Sungguh in Adalah kisah yang manis, Sindibat Sindibat
Kisah kesenangan yang menceritakan makna tersembunyi, Sindibat Sindibat
Insting kekanakan, Sindibat Sindibat
Ibroh/Pelajaran, ungkapan Dan wasiat/nasehat

Sindibat dan wahai Samin (nama Burung) dia pergi berlabuh dengan kapal      2x
Keduanya memohon kepada Alloh selamanya, sungguh Dia Maha memberi dan Maha penolong
Sindibat sekarang pergi untuk menuntut ilmu, dia memohon       2x
Setelah selesai sholat syukur kepada Alloh yang Maha mulia.

🍒🍒 Dari Nasyid tanpa Musik diatas Kita akan coba membedah mana saja kalimat-kalimat Ismiyah atau Diterangkan dan Menerangkan.

🍇1.  قِصَّةٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد  عَنْ صَبِيٍ مُسْلِمٍ

-> Kata  قِّصَّة  Adalah Mubtada karena letaknya diawal kalimat atau kalo dalam bahasa Indonesia kata tersebut adalah Diterangkan sementara

-> Kata    فِي كُلِّ يَوْمٍ  adalah Khobarnya atau yang Menerangkan Mubtada atau Ism/kata benda yang letaknya setelah Mubtada  Begitu juga.

-> Kata   مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد  adalah Khobar Tsani/Kedua atau Menjelaskan ism mubtadanya tapi ini adalah Khobar yang keduanya.  Khobar Kedua ini juga Menerangkan Mubtadanya / Menerangkan kata benda diawalnya.

-> Kata  عَنْ صَبِيٍّ مُسْلِمٍ adalah Khobar Tsalis/Ketiga atau Menerangkan Mubtadanya tapi Khobar yang ketiganya atau menjelaskan kata benda diawalnya yaitu kata قصة.

Catatan :

🥑 1Setiap ada kata depan atau preposition itu menunjukkan Khobar / Keterangan seperti kata في    yang artinya di, juga kata  مِنْ  yang artinya Dari dan yang terakhir  kata  عَنْ  yang artinya Dari juga.

🥑 2.  Ingat kalimat Ismiyah adalah susunannya terdiri dari beberapa ism/kata benda, susunan ism ini bisa terdiri dari 2 atau 3 kata atau bahkan lebih seperti contoh diatas.

🍇 2.  سِنْدِباد وَ يَا سَمِيْن  رَحِلانِ عَلَي السَّفِيْن

-> Kata  سِنْدِبَاد  وَ  يَا سَمِين  Adalah Mubtada yaitu kata benda yang letaknya diawal Kalimat atau kata yang Diterangkan sementara

-> Kata   رَحِلَان    adalah Khobarnya atau yang Menerangkan Mubtada atau ism diawalnya. Begitu juga

-> Kata   عَلَى السَّفِيْن     adalah Khobar Tsani/Kedua atau Menerangkan mubtadanya tapi ini Khobar yang Kedua.
Yaitu Khobar kedua yang menjelaskan kata سندباد و يا سمين

Semoga Alloh memudahkan antum dalam memahami bahasa arab ini dengan penuh kesabaran.

Baarokallohu fiekum.

Rabu, 26 Juli 2017

Kalimat Ismiyah

Kalimat Ismiyah

Mari kita lanjutkan Materi Bahasa Arab dalam pembahasan Pembuatan Kalimat dengan struktur Kalimat Ismiyah.

Ingat kalimat Ismiyah itu susunannya terdiri dari 2 ism atau lebih ...
Ism adalah kata benda
Dan ism yang pertama dalam kalimat ini biasa disebut mubtada / اْلمُبْتَدَأُ  

Almubtada adalah kata benda yang letaknya di awal kalimat.

Contoh :
أَنَا طَالِبٌ

Kata أَنَا  adalah mubtada karena letaknya di awal kalimat ...
Dan dalam Bahasa Indonesia berlaku hukum *DM* Diterangkan dan Menerangkan.
Dan kata أَنَا adalah Diterangkan.

Kata أَنَا adalah ism atau kata benda karena maknanya *saya* dan pembahasan kata أَنَا adalah *kata benda yang menunjukkan kata ganti orang* atau dalam Bahasa Arab pembahasan *اِسْمُ الضَّمِيْرُ* / *Ismu Addomiir*

Adapun untuk susunan kalimat kata yang Kedua atau Ketiga biasanya kita  menyebutnya *اْلخَبَرُ* / *Al Khobar* yang maknanya *Keterangan* ...
Contoh :
أَنَا طَالِبٌ

Lihat pada susunan Kalimat diatas ... Kata yang Kedua adalah طَالِبٌ ...
Kata طَالِبٌ adalah *alkhobar* / الْخَبَرُ    karena letaknya pada susunan yang kedua pada kalimat diatas dan kata طَالٍب Menerangkan kata أَنَا.

Arti kalimat diatas adalah *saya seorang murid* ...
Kata *saya* jika berdiri sendiri kita belum Paham  kalimat tersebut  ... Tapi ketika ada kata berikutnya yaitu *seorang murid* yang Menerangkan kata *saya* baru kita Paham kalimat tersebut yaitu *saya seorang murid*

Dan kata *Seorang murid* dalam Bahasa Indonesia berlaku hukum *DM* Diterangkan dan Menerangkan.

Jadi kata طَالِبٌ / *seorang murid* adalah *Menerangkan* dari kata *saya*

Ringkasnya :

Kalo ada Kalimat yang susunannya beberapa ism / kata benda maka kita hanya menyebutnya *Mubtada dan Khobar*

Contoh :
أَنَا طَالِبٌ

أَنَا adalah *Mubtada
طَالِبٌ adalah *Khobar

Bagaimana kalo ada Kalimat berikutnya ini :

أَنَا طَالِبٌ فِي اْلجَامِعَةِ

*Saya seorang Mahasiswa di sebuah Universitas*

Bagaimana membedahnya. ....?

أَنَا      -. Adalah *Mubtada*
طَالِبٌ - Adalah *Khobar*
فِي الْجَامِعَةِ - Adalah *Khobar* juga.

Atau ....

أَنَا      -. Adalah *Mubtada*
طَالِبٌ -  Adalah *Khobar Pertama*
فِي الْجَامِعَةِ - *Adalah Khobar Kedua*

Contoh dalam Al Quran

*هُوَ اللهُ أَحَدٌ*
*Dia Alloh yang Esa/Tunggal*

Bagaimana membedahnya :

هُوَ   -  Mubtada
اللهُ  - Khobar Pertama
أَحَدٌ  - Khobar Kedua

Contoh dalam hadist

*إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ*

*Segala amal itu hanya tergantung diakhir hidupnya*

Bedahnya bagaimana ...?

انما  - اداة الحصر pembatas artinya hanya
الاعمال  -- *Mubtada*
بالخواتم --  *Khobar*

Selamat mencoba
Baarokallohu fiekum.

Selasa, 23 Agustus 2016

Urgensi Memahami Ilmu Nahwu dan Sharaf

Membaca tulisan arab tanpa harakat atau disebut juga kitab gundul adalah sebuah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syar’i dan para calon da’i. 
Kemampuan membaca kitab gundul akan sangat membantu setiap muslim dan muslimah dalam memahami dalil Al-Kitab maupun As-Sunnah.
Ilmu yang menopang kemampuan ini adalah nahwu dan sharaf. Ilmu nahwu adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas tentang keadaan akhir kata di dalam kalimat dan perubahan yang terjadi padanya
Adapun ilmu sharaf adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas pembentukan kata sebelum disusun ke dalam kalimat.
Kedua ilmu ini sangat penting untuk dipelajari. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan bisa membedakan antara pelaku [fa’il] dan objek [maf’ul bih]. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan mengenali keadaan akhir dari suatu kata; apakah ia bisa berubah akhirannya ataukah tetap. Dengan ilmu nahwu pula seorang akan bisa membaca akhir kata dengan benar; apakah ia harus dibaca dhammah,fat-hah, atau kasrah misalnya.
Ilmu sharaf juga tidak kalah pentingnya. Karena dengan memahami sharaf kita bisa mengetahui asal suatu kata dan pola-pola perubahannya. Suatu kata kerja bisa diubah menjadi kata benda. Suatu kata kerja aktif bisa diubah menjadi kata kerja pasif. Bagaimana cara membentuk kata perintah, dan lain sebagainya. Semua ini bisa dipelajari dalam ilmusharaf atau disebut juga ilmu tashrif.
Meskipun demikian kedua ilmu ini juga belum cukup untuk menjadi ‘senjata yang ampuh’ untuk menaklukkan kitab-kitab gundul. Sebab di samping nahwu dan sharaf, seorang penimba ilmu juga harus memiliki kosakata / mufradat yang cukup untuk bisa berlatih membaca kitab. Namun, hal ini bukanlah masalah yang harus ditakuti.
Betapa banyak orang yang tadinya tidak mengenal bahasa arab sama sekali dan tidak menghafal mufradat secara rutin dan terprogram namun berhasil meng-gondrongi [baca: mengharokati] tulisan arab gundul dan bahkan mampu menerjemahkannya. Tentu saja ini semua terwujud berkat taufik dan pertolongan Allah semata.
Selain itu, ada satu hal yang perlu untuk ditekankan di sini; bahwa kemampuan baca kitab ini tidak akan berarti apabila tidak digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang benar, yaitu untuk memahami Al-Kitab dan As-Sunnah. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi para pemula untuk mencari majelis-majelis ilmu yang membahas kitab para ulama salaf. Dengan demikian dia akan terbiasa mendengar penjelasan, ungkapan, dan istilah para ulama; terlebih lagi dalam masalah aqidah dan tauhid yang itu merupakan perkara paling fundamental di dalam agama Islam.

Ismud Domiir

Bismillahirrohmannirrohim
Alhamdulillah, wassolaatu wassalaamu ala Rasulillah. Amma ba'du.

Pada kesempatan kali ini kita masih mempelajari pembahasan Ism. Namun Ism / kata benda kali ini adalah Ismud Domiir Yang artinya adalah ism atau kata benda yang menunjukkan 'kata ganti orang atau suatu benda' yang biasanya mempunyai makna "Nya".

Ismud Domiir mempunyai 14 macam peruntukan yaitu :
  1. هُوَ    -> Dia laki-laki seorang
  2. هُمَا   -> Dia laki-laki berdua
  3. هُم   -> Mereka laki-laki
  4. هِيَ  -> Dia perempuan seorang
  5. هُمَا  -> Dia perempuan berdua
  6. هُن  -> Mereka perempuan
  7. اَنتَ -> Kamu laki-laki seorang
  8. اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
  9.  اَنتُم -> Kalian laki-laki
  10. اَنتِ  -> Kamu laki-laki seorang
  11. اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
  12.  اَنتُن -> Kalian perempuan
  13. اَنَا     -> Saya
  14. نَحنُ -> Kami / kita

Biasanya ismud domir ada sedikit perubahan ketika bertemu dengan kata benda konkrit / benda mati lainnya seperti contoh kata كِتَابٌ artinya sebuah 'kitab'  atau kata مِكنَسَةٌ  yang artinya sebuah 'sapu' yang 2 kata ini nanti akan kita gabungkan dengan "ismud domir" pada pembahasan ini.

Perhatikan contoh perubahan berikut ini dari kata
 كِتَابٌ dan مِكْنَسَةٌ  :

       هُوَ  =   هُ       -->   كِتَابُهُ     مِكْنَسَتُهُ
هُمَا  =  هُمَا    -->   كِتَابُهَمَا  مِكْنَسَتُهُمَا
هُمْ  =  هُمْ    -->   كِتَابُهُم   مِكْنَسَتُهُم 
هِيَ  =  هَا     -->    كِتَابُهَا   مِكْنَسَتُهَا
هُمَا  =  هُمَا   -->    كِتَابُهُمَا  مِكْنَسَتُهُمَا
ّهُنَّ  =   هُنَّ   -->    كِتَابُهُنَّ  مِكْنَسَتُهُنَ
اَنْتَ  =  كَ      -->   كِتَابُكَ    مِكْنَسَتُكَ
اَنْتُمَا  =  كُمَا  -->   كِتَابُكُمَا  مِكْنَسَتُكُمَا
ْاَنْتُمْ  =  كُمْ    -->   كِتَابُكُمْ  مِكْنَسَتُكُم
اَنْتِ  =   كِ     -->   كِتَابُكِ   مِكْنَسَتُكِ
اَنّتُمَا  =  كُمَا   -->   كِتَابُكُمَا  مِكْنَسَتُكُمَا
َّاَنْتُنَّ  =  كُنَّ    -->   كِتَابُكُنَّ  مِكْنَسَتُكُنَ
اَنَا     =    ي    -->   كِتـَابِي   مِكْنَسَتِي
نَحْنُ  =   نَا     -->   كِتَابُنَا    مِكْنَسَتُنَا


Kalo kita perhatikan perubahan kata dari kata كِتَابٌ  yang artinya sebuah kitab dan kita masukkan dengan domir هُوَ yang mempunyai arti "dia laki-laki seorang" maka kata كِتَابٌ  cukup kita tambahkan huruf    هُ   diakhir katanya sehingga menjadi kata " كِتَابُهُ  " yang artinya "kitabnya" yaitu 'kitabnya kepunyaan seorang laki-laki'.


Begitu juga kata مِكْنَسَةٌ  kalo kita masukkan domir  هُوَ   maka cukup kita tambahkan  huruf  هُ  diakhir kata  مِكْنَسَةٌ  sehingga kata tersebut menjadi  مِكْنَسَتُهُ  yang artinya "sapunya" yaitu "sapunya kepunyaan seorang laki-laki".


Kalo kita sudah mulai faham sekarang pertanyaannya adalah Bagaimana menerjemahkan kata-kata dibawah ini !?

كِتَابُهَا  ،  كِتَابُكَ  ،  كِتَابُكِ 
  كِتَابُكُمْ  ،  كِتَابِي  ،   كِتَابُنَا  !؟

  <----   كِتَابُهَا
kitabnya "untuk dia seorang perempuan"

 <----  كِتَابُكَ
Kitabmu "untuk kamu seorang laki-laki "

<----  كِتَابُكِ
Kitabmu "untuk kamu seorang perempuan".

  <----  كِتَابُكُمْ
Kitab kalian "untuk kalian semua laki-laki"

   <----  كِتَابِي
Kitabku "kitab kepunyaan ku"

Minggu, 21 Agustus 2016

Mufrod dan Jamak

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas suatu Ism dilihat dari sudat pandang bilangannya / adadihi.

Ism dilihat dari sudut pandang bilangannya ada 3 bagian :
1.  مفرد "mufrod"     --> bentuk tunggal
2.  مثنى "musanna" --> bentuk ganda
3.  جمع "jama' "        --> bentuk jamak

Dan ternyata pembahasan 'jamak'  ada 3 bagian juga yaitu :

A.   جمع المذكر السالم 'jama' al-mudzakar as-salim'
      "Ism Jamak Mudzakar yang Beraturan"

B.   جمع المؤنث السالم 'jama' al-muannas as-salim'
      "Ism Jamak Muannas yang Beraturan"

C.   جمع التكسير 'jama' at-taksiir'
      "Ism Jamak Mudzakar atau Muannas yang 
        tidak beraturan"

Contoh :
1.  Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan 
     jamak, kata benda mudzakar.

المفرد        المثنى            جمع المذكر السالم     المَعنَى
muslim Lk                َالمُسـلِمُ       المُسـلِمـاَنِ       المُسلِمُون
  dzolim Lk                الظالِمُ         الظالِمـان        الظالِمُون
 puasa Lk             الصائِمُ        الصائِمان        الصائِمُون

Kesimpulan :
Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod mudzakar' ke bentuk musanna 
dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke mussana <ganda> ada  tambahan "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke jamak <bilangannya banyak>  ada tambahan "wawu dan nun"  /   ون .

2.  Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan 
     jamak, kata benda muannas.


المفرد        المثنى            جمع المُؤَنث السالم     المَعنَى
 muslim Pr          المُسـلِمَةُ       المُسـلِمَتاَنِ        المُسلِمَاتُ
  dzolim Pr             الظالِمَةُ         الظالِمَتَـانِ        الظالِمَاتُ
 puasa Pr             الصائِمَةُ        الصائِمَتَانِ        الصائِمَاتُ

Kesimpulan :
Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod muannas' ke bentuk musanna 
dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke mussana <ganda> ada  tambahan "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke jamak <bilangannya banyak>  ada tambahan "alif dan ta"  /   ات  .

3.   Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan
      jamak, kata benda mudzakar atau kata 
      benda muannas, jamaknya tidak beraturan. 
      <lihat kamus / sima'i (berdasarkan 
      Lisan orang arab mengucapkan) >.

المفرد      المثنى        جمع التكسير     المَعنَى
           Kitab                 كِتَابٌ       كِتَابَانِ         كُتُبٌ
  Utusan             رَسُولٌ      رَسُولَانِ       رُسُلٌ
  Pena               قَلَمٌ          قَلَمَانِ           أَقلَامٌ
    Pintu              بَابٌ          بَابَانِ            أَبوَابٌ
     Jendela          نَافِذَةٌ       نَافِذَتَانِ        نَوَافِذٌ
   Daun              وَرَقَةٌ        وَرَقَتَانِ        أَورَاقٌ
  Tempat tinggal   مَنزِلٌ        مَنزِلَانِ          مَنَازِلٌ
  Kantor         دِيوَانٌ      دِيوَانَانِ        دَوَاوِنٌ


Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod mudzakar' atau 'mufrod muannas' ke bentuk musanna dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod mudzakar atau mufrod 
     muannas' ke mussana tetap tambahannya 
     adalah "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' ke 'jamak 
     taksir' disini tidak beraturan dan banyak sekali. 
     Kesimpulannya cukup kita lihat kamus atau 
     "sima'i" kebiasaan orang arab.

¤  Adapun wazn / timbangan jamak taksir diatas 
     adalah  فُعُلٌ   ،   أَفعَالٌ    ,    فَوَاعِلٌ  dll.







Kamis, 18 Agustus 2016

Ism Mudzakar dan Ism Muannas


Ism atau kata benda ternyata bisa dilihat dari "Jenis" suatu benda tersebut. Apakah dia jenis bendanya Mudzakar atau Muannas ?!.  Pertanyaannya adalah Apa itu Ism Mudzakar ?!

Ism Mudzakar adalah ism yang menunjukkan arti laki-laki atau yang dianggap laki-laki. 

Contoh :
¤ Arti laki-laki  
   علي 'aliyun' artinya si Ali
   زيد  'zaidun' artinya si Zaid
¤ Dianggap laki-laki
   مكتب  'maktabun' --> meja
   قلم     'qolamun'    ---> pena

Ciri-ciri Ism Mudzakar adalah kata tersebut tidak ada "ta marbuthoh"  ( ة ) diakhir katanya.


Adapun Ism Muannas adalah ism yang menunjukkan arti perempuan atau yang  dianggap  perempuan 

Contoh :
¤ Arti perempuan 
   حفصة 'hafsotun' -> si Hafsoh
   زينب  'zaenabun' -> si Zaenab
¤ Dianggap perempuan
مدرسة 'madrosatun' -> sekolah
 سيارة 'sayyarotun'    -> mobil

Ciri-ciri Ism Muannas adalah kata tersebut ada "ta marbuthoh"  (  ة  )  diakhir katanya.


Jadi kesimpulan sementara adalah :

Kalo Ism Mudzakar tidak ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya. Sementara Ism Muannas ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya.















Tanda-tanda Ism


Untuk mengenal adakah dalam suatu kalimat suatu Ism (kata benda) ....!?. maka kita bisa mengenalnya dengan melihat tanda-tanda Ism tersebut yaitu :

1.  Diawali dengan 'alif lam' ( ال)

Biasanya semua kata yang berawalan  'alif lam' ( ال) kita bisa menyebut kata tersebut adalah Ism (kata benda). Seperti contoh dibawah ini :
¤  المسلم (al muslimu) seorang muslim
¤  الكتاب (al kitaabu) sebuah kitab
¤  المكتب (al maktabu) sebuah meja
¤  اللعب (al la'bu) permainan
¤  السفر (as safaru) perjalanan.

2.  Diakhiri dengan Tanwin (  ٌ    ِ ِ     ً   )

Tanda-tanda ism yang kedua ini adalah kata yang berakhiran Tanwin, baik itu berupa 'dommah tanwin' atau 'kasroh tanwin' atau 'fathah tanwin'. 
Seperti contoh dibawah ini :
¤  ٌمسلم (muslimun) seorang muslim
¤  ٌكتاب (kitaabun) sebuah kitab
¤  ِ ِمكتب (maktabin) sebuah meja
¤  ِ ِلعب (la'bin) permainan
¤  سفراً (safaron) perjalanan.
¤  بعيداً (ba'iedan) jauh

Senin, 15 Agustus 2016

Pengertian Ismun

Ism atau Ismun ( اسم ) adalah nama benda yang menunjukkan nama orang (اسم الانسان) "ismul insan, nama binatang (اسم الحيوان) " ismul hayawan", nama tumbuhan (اسم النباتات) "ismun nabataat", nama dzat sesuatu benda mati yg konkrit (اسم الذات) "ismudz dzat" dan nama benda yang abstrak (علي شيء اخر) "a'la syai'in akhor"    Contoh :

  1. Nama orang seperti kata Ahmad (احمد)
  2. Nama binatang seperti kata "diikun" (ديك) yang artinya ayam jantan.
  3. Nama tumbuhan seperti kata "tufaahatun" (تفاحة) yang artinya apel
  4. Nama dzat konkrit seperti kata "kitaabun" (كتاب) yang artinya sebuah kitab
  5. Nama sesuatu yang abstrak seperti kata "nasrun" (نصر) yang artinya suatu 'pertolongan' tambahan per ---- an dari kata kerja 'tolong' menjadi kata benda ketika ditambah per --- an.

Latihan silahkan pilih nomor berapakah kata-kata dibawah ini :
  • فأر "fa'run" artinya tikus jantan
  • زينب "zaenab" 
  • برتقال "burtukoolun" artinya sebuah jeruk
  • فتح "fathun" artinya pembukaan / penaklukan
  • مسجد " masjidun" artinya sebuah masjid.