Selasa, 23 Agustus 2016

Urgensi Memahami Ilmu Nahwu dan Sharaf

Membaca tulisan arab tanpa harakat atau disebut juga kitab gundul adalah sebuah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syar’i dan para calon da’i. 
Kemampuan membaca kitab gundul akan sangat membantu setiap muslim dan muslimah dalam memahami dalil Al-Kitab maupun As-Sunnah.
Ilmu yang menopang kemampuan ini adalah nahwu dan sharaf. Ilmu nahwu adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas tentang keadaan akhir kata di dalam kalimat dan perubahan yang terjadi padanya
Adapun ilmu sharaf adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas pembentukan kata sebelum disusun ke dalam kalimat.
Kedua ilmu ini sangat penting untuk dipelajari. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan bisa membedakan antara pelaku [fa’il] dan objek [maf’ul bih]. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan mengenali keadaan akhir dari suatu kata; apakah ia bisa berubah akhirannya ataukah tetap. Dengan ilmu nahwu pula seorang akan bisa membaca akhir kata dengan benar; apakah ia harus dibaca dhammah,fat-hah, atau kasrah misalnya.
Ilmu sharaf juga tidak kalah pentingnya. Karena dengan memahami sharaf kita bisa mengetahui asal suatu kata dan pola-pola perubahannya. Suatu kata kerja bisa diubah menjadi kata benda. Suatu kata kerja aktif bisa diubah menjadi kata kerja pasif. Bagaimana cara membentuk kata perintah, dan lain sebagainya. Semua ini bisa dipelajari dalam ilmusharaf atau disebut juga ilmu tashrif.
Meskipun demikian kedua ilmu ini juga belum cukup untuk menjadi ‘senjata yang ampuh’ untuk menaklukkan kitab-kitab gundul. Sebab di samping nahwu dan sharaf, seorang penimba ilmu juga harus memiliki kosakata / mufradat yang cukup untuk bisa berlatih membaca kitab. Namun, hal ini bukanlah masalah yang harus ditakuti.
Betapa banyak orang yang tadinya tidak mengenal bahasa arab sama sekali dan tidak menghafal mufradat secara rutin dan terprogram namun berhasil meng-gondrongi [baca: mengharokati] tulisan arab gundul dan bahkan mampu menerjemahkannya. Tentu saja ini semua terwujud berkat taufik dan pertolongan Allah semata.
Selain itu, ada satu hal yang perlu untuk ditekankan di sini; bahwa kemampuan baca kitab ini tidak akan berarti apabila tidak digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang benar, yaitu untuk memahami Al-Kitab dan As-Sunnah. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi para pemula untuk mencari majelis-majelis ilmu yang membahas kitab para ulama salaf. Dengan demikian dia akan terbiasa mendengar penjelasan, ungkapan, dan istilah para ulama; terlebih lagi dalam masalah aqidah dan tauhid yang itu merupakan perkara paling fundamental di dalam agama Islam.

Ismud Domiir

Bismillahirrohmannirrohim
Alhamdulillah, wassolaatu wassalaamu ala Rasulillah. Amma ba'du.

Pada kesempatan kali ini kita masih mempelajari pembahasan Ism. Namun Ism / kata benda kali ini adalah Ismud Domiir Yang artinya adalah ism atau kata benda yang menunjukkan 'kata ganti orang atau suatu benda' yang biasanya mempunyai makna "Nya".

Ismud Domiir mempunyai 14 macam peruntukan yaitu :
  1. هُوَ    -> Dia laki-laki seorang
  2. هُمَا   -> Dia laki-laki berdua
  3. هُم   -> Mereka laki-laki
  4. هِيَ  -> Dia perempuan seorang
  5. هُمَا  -> Dia perempuan berdua
  6. هُن  -> Mereka perempuan
  7. اَنتَ -> Kamu laki-laki seorang
  8. اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
  9.  اَنتُم -> Kalian laki-laki
  10. اَنتِ  -> Kamu laki-laki seorang
  11. اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
  12.  اَنتُن -> Kalian perempuan
  13. اَنَا     -> Saya
  14. نَحنُ -> Kami / kita

Biasanya ismud domir ada sedikit perubahan ketika bertemu dengan kata benda konkrit / benda mati lainnya seperti contoh kata كِتَابٌ artinya sebuah 'kitab'  atau kata مِكنَسَةٌ  yang artinya sebuah 'sapu' yang 2 kata ini nanti akan kita gabungkan dengan "ismud domir" pada pembahasan ini.

Perhatikan contoh perubahan berikut ini dari kata
 كِتَابٌ dan مِكْنَسَةٌ  :

       هُوَ  =   هُ       -->   كِتَابُهُ     مِكْنَسَتُهُ
هُمَا  =  هُمَا    -->   كِتَابُهَمَا  مِكْنَسَتُهُمَا
هُمْ  =  هُمْ    -->   كِتَابُهُم   مِكْنَسَتُهُم 
هِيَ  =  هَا     -->    كِتَابُهَا   مِكْنَسَتُهَا
هُمَا  =  هُمَا   -->    كِتَابُهُمَا  مِكْنَسَتُهُمَا
ّهُنَّ  =   هُنَّ   -->    كِتَابُهُنَّ  مِكْنَسَتُهُنَ
اَنْتَ  =  كَ      -->   كِتَابُكَ    مِكْنَسَتُكَ
اَنْتُمَا  =  كُمَا  -->   كِتَابُكُمَا  مِكْنَسَتُكُمَا
ْاَنْتُمْ  =  كُمْ    -->   كِتَابُكُمْ  مِكْنَسَتُكُم
اَنْتِ  =   كِ     -->   كِتَابُكِ   مِكْنَسَتُكِ
اَنّتُمَا  =  كُمَا   -->   كِتَابُكُمَا  مِكْنَسَتُكُمَا
َّاَنْتُنَّ  =  كُنَّ    -->   كِتَابُكُنَّ  مِكْنَسَتُكُنَ
اَنَا     =    ي    -->   كِتـَابِي   مِكْنَسَتِي
نَحْنُ  =   نَا     -->   كِتَابُنَا    مِكْنَسَتُنَا


Kalo kita perhatikan perubahan kata dari kata كِتَابٌ  yang artinya sebuah kitab dan kita masukkan dengan domir هُوَ yang mempunyai arti "dia laki-laki seorang" maka kata كِتَابٌ  cukup kita tambahkan huruf    هُ   diakhir katanya sehingga menjadi kata " كِتَابُهُ  " yang artinya "kitabnya" yaitu 'kitabnya kepunyaan seorang laki-laki'.


Begitu juga kata مِكْنَسَةٌ  kalo kita masukkan domir  هُوَ   maka cukup kita tambahkan  huruf  هُ  diakhir kata  مِكْنَسَةٌ  sehingga kata tersebut menjadi  مِكْنَسَتُهُ  yang artinya "sapunya" yaitu "sapunya kepunyaan seorang laki-laki".


Kalo kita sudah mulai faham sekarang pertanyaannya adalah Bagaimana menerjemahkan kata-kata dibawah ini !?

كِتَابُهَا  ،  كِتَابُكَ  ،  كِتَابُكِ 
  كِتَابُكُمْ  ،  كِتَابِي  ،   كِتَابُنَا  !؟

  <----   كِتَابُهَا
kitabnya "untuk dia seorang perempuan"

 <----  كِتَابُكَ
Kitabmu "untuk kamu seorang laki-laki "

<----  كِتَابُكِ
Kitabmu "untuk kamu seorang perempuan".

  <----  كِتَابُكُمْ
Kitab kalian "untuk kalian semua laki-laki"

   <----  كِتَابِي
Kitabku "kitab kepunyaan ku"

Minggu, 21 Agustus 2016

Mufrod dan Jamak

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas suatu Ism dilihat dari sudat pandang bilangannya / adadihi.

Ism dilihat dari sudut pandang bilangannya ada 3 bagian :
1.  مفرد "mufrod"     --> bentuk tunggal
2.  مثنى "musanna" --> bentuk ganda
3.  جمع "jama' "        --> bentuk jamak

Dan ternyata pembahasan 'jamak'  ada 3 bagian juga yaitu :

A.   جمع المذكر السالم 'jama' al-mudzakar as-salim'
      "Ism Jamak Mudzakar yang Beraturan"

B.   جمع المؤنث السالم 'jama' al-muannas as-salim'
      "Ism Jamak Muannas yang Beraturan"

C.   جمع التكسير 'jama' at-taksiir'
      "Ism Jamak Mudzakar atau Muannas yang 
        tidak beraturan"

Contoh :
1.  Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan 
     jamak, kata benda mudzakar.

المفرد        المثنى            جمع المذكر السالم     المَعنَى
muslim Lk                َالمُسـلِمُ       المُسـلِمـاَنِ       المُسلِمُون
  dzolim Lk                الظالِمُ         الظالِمـان        الظالِمُون
 puasa Lk             الصائِمُ        الصائِمان        الصائِمُون

Kesimpulan :
Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod mudzakar' ke bentuk musanna 
dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke mussana <ganda> ada  tambahan "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke jamak <bilangannya banyak>  ada tambahan "wawu dan nun"  /   ون .

2.  Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan 
     jamak, kata benda muannas.


المفرد        المثنى            جمع المُؤَنث السالم     المَعنَى
 muslim Pr          المُسـلِمَةُ       المُسـلِمَتاَنِ        المُسلِمَاتُ
  dzolim Pr             الظالِمَةُ         الظالِمَتَـانِ        الظالِمَاتُ
 puasa Pr             الصائِمَةُ        الصائِمَتَانِ        الصائِمَاتُ

Kesimpulan :
Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod muannas' ke bentuk musanna 
dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke mussana <ganda> ada  tambahan "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke jamak <bilangannya banyak>  ada tambahan "alif dan ta"  /   ات  .

3.   Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan
      jamak, kata benda mudzakar atau kata 
      benda muannas, jamaknya tidak beraturan. 
      <lihat kamus / sima'i (berdasarkan 
      Lisan orang arab mengucapkan) >.

المفرد      المثنى        جمع التكسير     المَعنَى
           Kitab                 كِتَابٌ       كِتَابَانِ         كُتُبٌ
  Utusan             رَسُولٌ      رَسُولَانِ       رُسُلٌ
  Pena               قَلَمٌ          قَلَمَانِ           أَقلَامٌ
    Pintu              بَابٌ          بَابَانِ            أَبوَابٌ
     Jendela          نَافِذَةٌ       نَافِذَتَانِ        نَوَافِذٌ
   Daun              وَرَقَةٌ        وَرَقَتَانِ        أَورَاقٌ
  Tempat tinggal   مَنزِلٌ        مَنزِلَانِ          مَنَازِلٌ
  Kantor         دِيوَانٌ      دِيوَانَانِ        دَوَاوِنٌ


Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod mudzakar' atau 'mufrod muannas' ke bentuk musanna dan jamak.

¤  Perubahan dari 'mufrod mudzakar atau mufrod 
     muannas' ke mussana tetap tambahannya 
     adalah "alif dan nun" /ان .
¤  Sementara perubahan dari 'mufrod' ke 'jamak 
     taksir' disini tidak beraturan dan banyak sekali. 
     Kesimpulannya cukup kita lihat kamus atau 
     "sima'i" kebiasaan orang arab.

¤  Adapun wazn / timbangan jamak taksir diatas 
     adalah  فُعُلٌ   ،   أَفعَالٌ    ,    فَوَاعِلٌ  dll.







Kamis, 18 Agustus 2016

Ism Mudzakar dan Ism Muannas


Ism atau kata benda ternyata bisa dilihat dari "Jenis" suatu benda tersebut. Apakah dia jenis bendanya Mudzakar atau Muannas ?!.  Pertanyaannya adalah Apa itu Ism Mudzakar ?!

Ism Mudzakar adalah ism yang menunjukkan arti laki-laki atau yang dianggap laki-laki. 

Contoh :
¤ Arti laki-laki  
   علي 'aliyun' artinya si Ali
   زيد  'zaidun' artinya si Zaid
¤ Dianggap laki-laki
   مكتب  'maktabun' --> meja
   قلم     'qolamun'    ---> pena

Ciri-ciri Ism Mudzakar adalah kata tersebut tidak ada "ta marbuthoh"  ( ة ) diakhir katanya.


Adapun Ism Muannas adalah ism yang menunjukkan arti perempuan atau yang  dianggap  perempuan 

Contoh :
¤ Arti perempuan 
   حفصة 'hafsotun' -> si Hafsoh
   زينب  'zaenabun' -> si Zaenab
¤ Dianggap perempuan
مدرسة 'madrosatun' -> sekolah
 سيارة 'sayyarotun'    -> mobil

Ciri-ciri Ism Muannas adalah kata tersebut ada "ta marbuthoh"  (  ة  )  diakhir katanya.


Jadi kesimpulan sementara adalah :

Kalo Ism Mudzakar tidak ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya. Sementara Ism Muannas ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya.















Tanda-tanda Ism


Untuk mengenal adakah dalam suatu kalimat suatu Ism (kata benda) ....!?. maka kita bisa mengenalnya dengan melihat tanda-tanda Ism tersebut yaitu :

1.  Diawali dengan 'alif lam' ( ال)

Biasanya semua kata yang berawalan  'alif lam' ( ال) kita bisa menyebut kata tersebut adalah Ism (kata benda). Seperti contoh dibawah ini :
¤  المسلم (al muslimu) seorang muslim
¤  الكتاب (al kitaabu) sebuah kitab
¤  المكتب (al maktabu) sebuah meja
¤  اللعب (al la'bu) permainan
¤  السفر (as safaru) perjalanan.

2.  Diakhiri dengan Tanwin (  ٌ    ِ ِ     ً   )

Tanda-tanda ism yang kedua ini adalah kata yang berakhiran Tanwin, baik itu berupa 'dommah tanwin' atau 'kasroh tanwin' atau 'fathah tanwin'. 
Seperti contoh dibawah ini :
¤  ٌمسلم (muslimun) seorang muslim
¤  ٌكتاب (kitaabun) sebuah kitab
¤  ِ ِمكتب (maktabin) sebuah meja
¤  ِ ِلعب (la'bin) permainan
¤  سفراً (safaron) perjalanan.
¤  بعيداً (ba'iedan) jauh

Senin, 15 Agustus 2016

Pengertian Ismun

Ism atau Ismun ( اسم ) adalah nama benda yang menunjukkan nama orang (اسم الانسان) "ismul insan, nama binatang (اسم الحيوان) " ismul hayawan", nama tumbuhan (اسم النباتات) "ismun nabataat", nama dzat sesuatu benda mati yg konkrit (اسم الذات) "ismudz dzat" dan nama benda yang abstrak (علي شيء اخر) "a'la syai'in akhor"    Contoh :

  1. Nama orang seperti kata Ahmad (احمد)
  2. Nama binatang seperti kata "diikun" (ديك) yang artinya ayam jantan.
  3. Nama tumbuhan seperti kata "tufaahatun" (تفاحة) yang artinya apel
  4. Nama dzat konkrit seperti kata "kitaabun" (كتاب) yang artinya sebuah kitab
  5. Nama sesuatu yang abstrak seperti kata "nasrun" (نصر) yang artinya suatu 'pertolongan' tambahan per ---- an dari kata kerja 'tolong' menjadi kata benda ketika ditambah per --- an.

Latihan silahkan pilih nomor berapakah kata-kata dibawah ini :
  • فأر "fa'run" artinya tikus jantan
  • زينب "zaenab" 
  • برتقال "burtukoolun" artinya sebuah jeruk
  • فتح "fathun" artinya pembukaan / penaklukan
  • مسجد " masjidun" artinya sebuah masjid.

Sabtu, 07 Februari 2015

Muqoddimah Belajar Bahasa Arab Gundul

Bahasa Arab adalah bahasa dunia yang mudah untuk dipelajari karena Allah SWT pernah berfirman dalam surat Al Qomar yang artinya "dan sungguh Kami telah mempermudah Al Quran untuk dipelajari, maka adakah orang yang mengambil pelajaran"

Yakinlah bahwa Belajar Bahasa Arab itu mudah, kalau ada yang mengatakan belajar bahasa Arab itu susah maka dia telah menyelisihi Allah SWT. Bukankah kita sering membaca Al Quran !!!? hanya saja kita kurang mengetahui makna serta tehnik agar kita bisa memahami apa yang telah kita baca.

Sebenarnya kalau kita memperhatikan susunan kalimat didalam bahasa arab, walaupun susunan sepanjang apapun juga maka dia tidak lebih dari tiga pembahasan berikut ini :
1.  Ism / اسم (Kata Benda)
Ism atau ismun merupakan suatu kata benda yang berupa kata benda kongkrit artinya benda yang bisa dilihat dengan mata terbuka seperti meja, kursi, rumah, mobil dan lain-lain, bisa anda sebutkan sendiri. Dan ada juga kata benda yang sifatnya abstrak yaitu kata benda yang tidak bisa dilihat ataupun diraba tapi bisa dimengerti bahwa itu adalah kata benda seperti pertolongan, kemenangan, kemajuan, kesedihan dan lain-lain.
2.  Fi'il / فعل (Kata Kerja)
Fi'il atau disebut juga fi'lun merupakan suatu kata yang mengandung pekerjaan atau perbuatan yang dikerjakan oleh orang, baik perbuatan itu belum terjadi atau perbuatan itu sedang dikerjakan atau perbuatan itu sudah lampau dikerjakan seperti menolong, menang, maju, sedih, minum, makan dan lain-lain.
3.  Harf / حرف (Kata depan)
Harf atau harfun adalah suatu kata depan atau suatu kata yang tidak berdiri sendiri dia selalu saja menyertai ism atau fi'il artinya susunan terdiri dari 2 suku kata yaitu 1. harfun +Ismun contohnya : في البيت "fil bait" artinya 'di rumah' (di / في adalah harfun sementara rumah / البيت adalah ismun). 2. harfun + fi'lun contohnya : لن نغلب "lan nagliba" artinya 'sekali-kali kami tidak akan kalah' (sekali-kali tidak / لن adalah harfun sementara kata kami kalah / نغلب adalah fi'lun).