Tehnik Belajar Bahasa Arab Gundul Dengan Cepat Sehingga Mampu Memahami Kitab Gundul Dengan Mudah
Senin, 18 Desember 2017
Latihan Buat Kalimat Kata الثوب
Latihan Pertama
التدريب الاول
Pembahasan Kali ini tentang "BAJU" atau "الثوب" yang kita letakkan di suatu Kalimat ...
Ingat kalimat ada 2
1. Kalimat Ismiyah dan
2. Kalimat Fi'liyah
1. Pertama Kalimat Ismiyah
Kalo Kalimat Ismiyah susunan Kalimatnya terdiri dari beberapa ism yaitu mubtada dan Khobar
Mubtada adalah suatu ism / kata benda diawal kalimat, sementara
Khobar adalah suatu ism yang Menjelaskan/ Menerangkan dari mubtadanya ...
*Contoh Kalimat Ismiyah*
١) لي ثوب جديد
Kepunyaanku sebuah baju baru
Kata ثوب sebagai Khobar karena menjelaskan mubtada.
٢) الثوب أبيض اللون
*Baju itu warna putih*
Kata ثوب sebagai mubtada karena letaknya diawal kalimat
2. Kedua Kalimat Fi'liyah
Kalimat Fi'liyah adalah Kalimat yang susunannya terdiri dari
1. Fi'il dan Faa'il atau
2. Fi'il, Faa'il dan Maf'ul atau
3. Fi'il, Faa'il dan Khobar atau
4. Fi'il, Faa'il, Maf'ul dan Khobar
Pembahasan ....
Fi'il adalah kata Kerja, baik bentuk lampau atau bentuk sekarang / فعل ماضي atau فعل المضارع
Sedangkan ....
Faa'il adalah sabject dari pekerjaan itu atau yang melakukan suatu perbuatan.
Sedangkan ...
Maf'ul bih adalah yang dikenai pekerjaan atau object nya
Sedangkan ...
Khobar adalah keterangan nya, baik keterangan waktu, tempat atau keadaan.
Contoh Kalimat Fi'liyah
1. Pertama kata الثوب sebagai Maf'ul bih
Contoh :
٣) اشتريت الثوب في الدكان
Saya telah membeli sebuah baju ditoko
Contoh lain :
٤) تكوي خديجة ثوبها كل أسبوع
Khodijah menyetrika bajunya setiap minggu
2. Kedua kata الثوب sebagai Keterangan atau Khobar
Contoh :
٥) يصلي زكريا بثوب طاهر
Zakaria sholat dengan baju yang bersih
Inilah lima kalimat baru yang kita pelajari pada hari ini. Seperti biasa, Anda harus bisa membacanya dengan benar. Anda juga harus bisa menulisnya dengan baik. Anda paham maknanya. Anda juga harus mencoba mengucapkan kalimat yang Anda pahami ini dalam percakapan sehari-hari.
Oh ya, jangan lelah belajar. Jangan putus asa takut tidak bisa. Tugas Anda hanya belajar terus. Mencoba terus. Bersungguh-sungguh. Tidak terasa, ternyata Anda bisa. Allah memberikan kemampuan berbahasa kepada Anda.
Syukuri yang ada. Mintalah tambahan ilmu kepada-Nya. Karena tambahan ilmu itu tiada batasnya. Pernahkah Anda mendengar ada orang kekenyangan ilmu? Tidak ada.
Pernahkah Anda mendengar ada orang sakit karena kebanyakan ilmu, seperti orang yang kelebihan kolesterol, gula darah, atau asam urat? Tidak ada.
Karena itu, katakan :
رب زدني علما
"Ya Rabbi, tambahin ilmu kepadaku!"
Baarokallohu fiekum
*Merak, 11 December 2017*
Minggu, 06 Agustus 2017
Kalimat Ismiyah Bag. II
Kalimat Ismiyah
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
كَيْفَ حَالُكُمٍ ؟ وبارك الله فيكم
Masih ingat Pelajaran terakhir .... ? Yach Kalimat Ismiyah yaitu kalimat yang susunannya terdiri dari beberapa kata benda atau beberapa ism...
Setiap ungkapan atau ucapan pasti susunan nya terdiri dari beberapa ism ...
Seperti jawaban dari pertanyaan diatas
كَيْفَ حَالُكُمْ ؟
Maka jawabannya adalah
الْحَمْدُ لِلَّهِ بِخَيْرٍ
Kalo kita mau membedah pembahasan diatas adalah :
1. Kata الحمد لله adalah ism atau kata benda dan dia dikatakan mubtada karena Ism atau kata benda tersebut letaknya diawal Kalimat. Atau dalam bahasa Indonesia Diterangkan Sedangkan ....
2. Kata بِخَيْرٍ adalah ism atau kata benda yang letakkan setelah Mubtada yaitu dinamakan Khobar yaitu yang menjelaskan Mubtada. Kalo dalam bahasa Indonesia dinamakan Menerangkan.
Masih ingat bukan ....😇
Baiklah ada baiknya saya akan sajikan sebuah Nasyid Arab tanpa Musik kemudian Kalimat nya kita bedah bersama ....
Baarokallohu fiekum
ويسّر الله اموركم
سندباد
سندباد 5x سندباد 5x
قِصَّةٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد
عَنْ صَبِيٍ مُسْلِمٍ قَدْ جَالَ فِي كُلِّ الْبِلَادِ
سندباد سندباد
إِنَّهَا اَحْلَى الْحَكَاياَ سندباد سندباد
مُتْعَةً تَرْوِي خَفَايَا سندباد سندباد
يَحْتَسِي الْاَطْفَالُ مِنْهَا سندباد سندباد
عِبْرَةً قَوْلا وَصَايَا
سندباد وَ يَا سَمِيْن رَحِلانِ عَلَي السَّفِيْنِ
يَسْأَلَانِ الله دَوْمًا إِنَّهُ الْمُعْطِى الْمُعِيْن
سندباد الْاَنَ يَرْحَلُ طَالِبًا لِلْعِلْمِ يَسْأَلُ
بَعْدَ أَنْ صَلَّي صَلَاةَ الشُّكْرِ لِله الْمُبَجَّل
Adapun terjemahannya sebagai berikut ....
SINDIBAT
Sindibat 5x Sindibat 5x
Kisah di setiap Hari Dari hikayat Sindibat
Tentang seorang anak kecil Muslim yang telah berkeliling di setiap negeri 2x
Sindibat Sindibat
Sungguh in Adalah kisah yang manis, Sindibat Sindibat
Kisah kesenangan yang menceritakan makna tersembunyi, Sindibat Sindibat
Insting kekanakan, Sindibat Sindibat
Ibroh/Pelajaran, ungkapan Dan wasiat/nasehat
Sindibat dan wahai Samin (nama Burung) dia pergi berlabuh dengan kapal 2x
Keduanya memohon kepada Alloh selamanya, sungguh Dia Maha memberi dan Maha penolong
Sindibat sekarang pergi untuk menuntut ilmu, dia memohon 2x
Setelah selesai sholat syukur kepada Alloh yang Maha mulia.
🍒🍒 Dari Nasyid tanpa Musik diatas Kita akan coba membedah mana saja kalimat-kalimat Ismiyah atau Diterangkan dan Menerangkan.
🍇1. قِصَّةٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد عَنْ صَبِيٍ مُسْلِمٍ
-> Kata قِّصَّة Adalah Mubtada karena letaknya diawal kalimat atau kalo dalam bahasa Indonesia kata tersebut adalah Diterangkan sementara
-> Kata فِي كُلِّ يَوْمٍ adalah Khobarnya atau yang Menerangkan Mubtada atau Ism/kata benda yang letaknya setelah Mubtada Begitu juga.
-> Kata مِنْ حَكَايَةٍ سِنْدِبَاد adalah Khobar Tsani/Kedua atau Menjelaskan ism mubtadanya tapi ini adalah Khobar yang keduanya. Khobar Kedua ini juga Menerangkan Mubtadanya / Menerangkan kata benda diawalnya.
-> Kata عَنْ صَبِيٍّ مُسْلِمٍ adalah Khobar Tsalis/Ketiga atau Menerangkan Mubtadanya tapi Khobar yang ketiganya atau menjelaskan kata benda diawalnya yaitu kata قصة.
Catatan :
🥑 1. Setiap ada kata depan atau preposition itu menunjukkan Khobar / Keterangan seperti kata في yang artinya di, juga kata مِنْ yang artinya Dari dan yang terakhir kata عَنْ yang artinya Dari juga.
🥑 2. Ingat kalimat Ismiyah adalah susunannya terdiri dari beberapa ism/kata benda, susunan ism ini bisa terdiri dari 2 atau 3 kata atau bahkan lebih seperti contoh diatas.
🍇 2. سِنْدِباد وَ يَا سَمِيْن رَحِلانِ عَلَي السَّفِيْن
-> Kata سِنْدِبَاد وَ يَا سَمِين Adalah Mubtada yaitu kata benda yang letaknya diawal Kalimat atau kata yang Diterangkan sementara
-> Kata رَحِلَان adalah Khobarnya atau yang Menerangkan Mubtada atau ism diawalnya. Begitu juga
-> Kata عَلَى السَّفِيْن adalah Khobar Tsani/Kedua atau Menerangkan mubtadanya tapi ini Khobar yang Kedua.
Yaitu Khobar kedua yang menjelaskan kata سندباد و يا سمين
Semoga Alloh memudahkan antum dalam memahami bahasa arab ini dengan penuh kesabaran.
Baarokallohu fiekum.
Rabu, 26 Juli 2017
Kalimat Ismiyah
Kalimat Ismiyah
Mari kita lanjutkan Materi Bahasa Arab dalam pembahasan Pembuatan Kalimat dengan struktur Kalimat Ismiyah.
Ingat kalimat Ismiyah itu susunannya terdiri dari 2 ism atau lebih ...
Ism adalah kata benda
Dan ism yang pertama dalam kalimat ini biasa disebut mubtada / اْلمُبْتَدَأُ
Almubtada adalah kata benda yang letaknya di awal kalimat.
Contoh :
أَنَا طَالِبٌ
Kata أَنَا adalah mubtada karena letaknya di awal kalimat ...
Dan dalam Bahasa Indonesia berlaku hukum *DM* Diterangkan dan Menerangkan.
Dan kata أَنَا adalah Diterangkan.
Kata أَنَا adalah ism atau kata benda karena maknanya *saya* dan pembahasan kata أَنَا adalah *kata benda yang menunjukkan kata ganti orang* atau dalam Bahasa Arab pembahasan *اِسْمُ الضَّمِيْرُ* / *Ismu Addomiir*
Adapun untuk susunan kalimat kata yang Kedua atau Ketiga biasanya kita menyebutnya *اْلخَبَرُ* / *Al Khobar* yang maknanya *Keterangan* ...
Contoh :
أَنَا طَالِبٌ
Lihat pada susunan Kalimat diatas ... Kata yang Kedua adalah طَالِبٌ ...
Kata طَالِبٌ adalah *alkhobar* / الْخَبَرُ karena letaknya pada susunan yang kedua pada kalimat diatas dan kata طَالٍب Menerangkan kata أَنَا.
Arti kalimat diatas adalah *saya seorang murid* ...
Kata *saya* jika berdiri sendiri kita belum Paham kalimat tersebut ... Tapi ketika ada kata berikutnya yaitu *seorang murid* yang Menerangkan kata *saya* baru kita Paham kalimat tersebut yaitu *saya seorang murid*
Dan kata *Seorang murid* dalam Bahasa Indonesia berlaku hukum *DM* Diterangkan dan Menerangkan.
Jadi kata طَالِبٌ / *seorang murid* adalah *Menerangkan* dari kata *saya*
Ringkasnya :
Kalo ada Kalimat yang susunannya beberapa ism / kata benda maka kita hanya menyebutnya *Mubtada dan Khobar*
Contoh :
أَنَا طَالِبٌ
أَنَا adalah *Mubtada
طَالِبٌ adalah *Khobar
Bagaimana kalo ada Kalimat berikutnya ini :
أَنَا طَالِبٌ فِي اْلجَامِعَةِ
*Saya seorang Mahasiswa di sebuah Universitas*
Bagaimana membedahnya. ....?
أَنَا -. Adalah *Mubtada*
طَالِبٌ - Adalah *Khobar*
فِي الْجَامِعَةِ - Adalah *Khobar* juga.
Atau ....
أَنَا -. Adalah *Mubtada*
طَالِبٌ - Adalah *Khobar Pertama*
فِي الْجَامِعَةِ - *Adalah Khobar Kedua*
Contoh dalam Al Quran
*هُوَ اللهُ أَحَدٌ*
*Dia Alloh yang Esa/Tunggal*
Bagaimana membedahnya :
هُوَ - Mubtada
اللهُ - Khobar Pertama
أَحَدٌ - Khobar Kedua
Contoh dalam hadist
*إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ*
*Segala amal itu hanya tergantung diakhir hidupnya*
Bedahnya bagaimana ...?
انما - اداة الحصر pembatas artinya hanya
الاعمال -- *Mubtada*
بالخواتم -- *Khobar*
Selamat mencoba
Baarokallohu fiekum.
Selasa, 23 Agustus 2016
Urgensi Memahami Ilmu Nahwu dan Sharaf
Ismud Domiir
Pada kesempatan kali ini kita masih mempelajari pembahasan Ism. Namun Ism / kata benda kali ini adalah Ismud Domiir Yang artinya adalah ism atau kata benda yang menunjukkan 'kata ganti orang atau suatu benda' yang biasanya mempunyai makna "Nya".
Ismud Domiir mempunyai 14 macam peruntukan yaitu :
- هُوَ -> Dia laki-laki seorang
- هُمَا -> Dia laki-laki berdua
- هُم -> Mereka laki-laki
- هِيَ -> Dia perempuan seorang
- هُمَا -> Dia perempuan berdua
- هُن -> Mereka perempuan
- اَنتَ -> Kamu laki-laki seorang
- اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
- اَنتُم -> Kalian laki-laki
- اَنتِ -> Kamu laki-laki seorang
- اَنتُمَا -> Kamu laki-laki berdua
- اَنتُن -> Kalian perempuan
- اَنَا -> Saya
- نَحنُ -> Kami / kita
Biasanya ismud domir ada sedikit perubahan ketika bertemu dengan kata benda konkrit / benda mati lainnya seperti contoh kata كِتَابٌ artinya sebuah 'kitab' atau kata مِكنَسَةٌ yang artinya sebuah 'sapu' yang 2 kata ini nanti akan kita gabungkan dengan "ismud domir" pada pembahasan ini.
Perhatikan contoh perubahan berikut ini dari kata
كِتَابٌ dan مِكْنَسَةٌ :
هُمَا = هُمَا --> كِتَابُهُمَا مِكْنَسَتُهُمَا
ّهُنَّ = هُنَّ --> كِتَابُهُنَّ مِكْنَسَتُهُنَ
اَنْتَ = كَ --> كِتَابُكَ مِكْنَسَتُكَ
اَنْتُمَا = كُمَا --> كِتَابُكُمَا مِكْنَسَتُكُمَا
ْاَنْتُمْ = كُمْ --> كِتَابُكُمْ مِكْنَسَتُكُم
اَنْتِ = كِ --> كِتَابُكِ مِكْنَسَتُكِ
اَنّتُمَا = كُمَا --> كِتَابُكُمَا مِكْنَسَتُكُمَا
َّاَنْتُنَّ = كُنَّ --> كِتَابُكُنَّ مِكْنَسَتُكُنَ
اَنَا = ي --> كِتـَابِي مِكْنَسَتِي
نَحْنُ = نَا --> كِتَابُنَا مِكْنَسَتُنَا
Kalo kita perhatikan perubahan kata dari kata كِتَابٌ yang artinya sebuah kitab dan kita masukkan dengan domir هُوَ yang mempunyai arti "dia laki-laki seorang" maka kata كِتَابٌ cukup kita tambahkan huruf هُ diakhir katanya sehingga menjadi kata " كِتَابُهُ " yang artinya "kitabnya" yaitu 'kitabnya kepunyaan seorang laki-laki'.
Begitu juga kata مِكْنَسَةٌ kalo kita masukkan domir هُوَ maka cukup kita tambahkan huruf هُ diakhir kata مِكْنَسَةٌ sehingga kata tersebut menjadi مِكْنَسَتُهُ yang artinya "sapunya" yaitu "sapunya kepunyaan seorang laki-laki".
Kalo kita sudah mulai faham sekarang pertanyaannya adalah Bagaimana menerjemahkan kata-kata dibawah ini !?
Minggu, 21 Agustus 2016
Mufrod dan Jamak
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas suatu Ism dilihat dari sudat pandang bilangannya / adadihi.
Ism dilihat dari sudut pandang bilangannya ada 3 bagian :
1. مفرد "mufrod" --> bentuk tunggal
2. مثنى "musanna" --> bentuk ganda
3. جمع "jama' " --> bentuk jamak
A. جمع المذكر السالم 'jama' al-mudzakar as-salim'
1. Perubahan bentuk mufrod ke musanna dan
jamak, kata benda mudzakar.
Kesimpulan :
Coba perhatikan perubahan kata-kata diatas dari bentuk 'mufrod mudzakar' ke bentuk musanna
dan jamak.
¤ Perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke mussana <ganda> ada tambahan "alif dan nun" /ان .
¤ Sementara perubahan dari 'mufrod' <tunggal> ke jamak <bilangannya banyak> ada tambahan "wawu dan nun" / ون .
muslim Pr المُسـلِمَةُ المُسـلِمَتاَنِ المُسلِمَاتُ
Kamis, 18 Agustus 2016
Ism Mudzakar dan Ism Muannas
Ism Mudzakar adalah ism yang menunjukkan arti laki-laki atau yang dianggap laki-laki.
Contoh :
¤ Arti laki-laki
علي 'aliyun' artinya si Ali
زيد 'zaidun' artinya si Zaid
¤ Dianggap laki-laki
مكتب 'maktabun' --> meja
قلم 'qolamun' ---> pena
Ciri-ciri Ism Mudzakar adalah kata tersebut tidak ada "ta marbuthoh" ( ة ) diakhir katanya.
Contoh :
¤ Arti perempuan
حفصة 'hafsotun' -> si Hafsoh
زينب 'zaenabun' -> si Zaenab
¤ Dianggap perempuan
مدرسة 'madrosatun' -> sekolah
سيارة 'sayyarotun' -> mobil
Ciri-ciri Ism Muannas adalah kata tersebut ada "ta marbuthoh" ( ة ) diakhir katanya.
Jadi kesimpulan sementara adalah :
Kalo Ism Mudzakar tidak ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya. Sementara Ism Muannas ada ta marbuthoh ( ة ) diakhir katanya.
Tanda-tanda Ism
Untuk mengenal adakah dalam suatu kalimat suatu Ism (kata benda) ....!?. maka kita bisa mengenalnya dengan melihat tanda-tanda Ism tersebut yaitu :
1. Diawali dengan 'alif lam' ( ال)
Biasanya semua kata yang berawalan 'alif lam' ( ال) kita bisa menyebut kata tersebut adalah Ism (kata benda). Seperti contoh dibawah ini :
¤ المسلم (al muslimu) seorang muslim
¤ الكتاب (al kitaabu) sebuah kitab
¤ المكتب (al maktabu) sebuah meja
¤ اللعب (al la'bu) permainan
¤ السفر (as safaru) perjalanan.
2. Diakhiri dengan Tanwin ( ٌ ِ ِ ً )
Tanda-tanda ism yang kedua ini adalah kata yang berakhiran Tanwin, baik itu berupa 'dommah tanwin' atau 'kasroh tanwin' atau 'fathah tanwin'.
Seperti contoh dibawah ini :
¤ ٌمسلم (muslimun) seorang muslim
¤ ٌكتاب (kitaabun) sebuah kitab
¤ ِ ِمكتب (maktabin) sebuah meja
¤ ِ ِلعب (la'bin) permainan
¤ سفراً (safaron) perjalanan.
¤ بعيداً (ba'iedan) jauh
Senin, 15 Agustus 2016
Pengertian Ismun
- Nama orang seperti kata Ahmad (احمد)
- Nama binatang seperti kata "diikun" (ديك) yang artinya ayam jantan.
- Nama tumbuhan seperti kata "tufaahatun" (تفاحة) yang artinya apel
- Nama dzat konkrit seperti kata "kitaabun" (كتاب) yang artinya sebuah kitab
- Nama sesuatu yang abstrak seperti kata "nasrun" (نصر) yang artinya suatu 'pertolongan' tambahan per ---- an dari kata kerja 'tolong' menjadi kata benda ketika ditambah per --- an.
- فأر "fa'run" artinya tikus jantan
- زينب "zaenab"
- برتقال "burtukoolun" artinya sebuah jeruk
- فتح "fathun" artinya pembukaan / penaklukan
- مسجد " masjidun" artinya sebuah masjid.
Sabtu, 07 Februari 2015
Muqoddimah Belajar Bahasa Arab Gundul
Yakinlah bahwa Belajar Bahasa Arab itu mudah, kalau ada yang mengatakan belajar bahasa Arab itu susah maka dia telah menyelisihi Allah SWT. Bukankah kita sering membaca Al Quran !!!? hanya saja kita kurang mengetahui makna serta tehnik agar kita bisa memahami apa yang telah kita baca.
Sebenarnya kalau kita memperhatikan susunan kalimat didalam bahasa arab, walaupun susunan sepanjang apapun juga maka dia tidak lebih dari tiga pembahasan berikut ini :
1. Ism / اسم (Kata Benda)
Ism atau ismun merupakan suatu kata benda yang berupa kata benda kongkrit artinya benda yang bisa dilihat dengan mata terbuka seperti meja, kursi, rumah, mobil dan lain-lain, bisa anda sebutkan sendiri. Dan ada juga kata benda yang sifatnya abstrak yaitu kata benda yang tidak bisa dilihat ataupun diraba tapi bisa dimengerti bahwa itu adalah kata benda seperti pertolongan, kemenangan, kemajuan, kesedihan dan lain-lain.
2. Fi'il / فعل (Kata Kerja)
Fi'il atau disebut juga fi'lun merupakan suatu kata yang mengandung pekerjaan atau perbuatan yang dikerjakan oleh orang, baik perbuatan itu belum terjadi atau perbuatan itu sedang dikerjakan atau perbuatan itu sudah lampau dikerjakan seperti menolong, menang, maju, sedih, minum, makan dan lain-lain.
3. Harf / حرف (Kata depan)
Harf atau harfun adalah suatu kata depan atau suatu kata yang tidak berdiri sendiri dia selalu saja menyertai ism atau fi'il artinya susunan terdiri dari 2 suku kata yaitu 1. harfun +Ismun contohnya : في البيت "fil bait" artinya 'di rumah' (di / في adalah harfun sementara rumah / البيت adalah ismun). 2. harfun + fi'lun contohnya : لن نغلب "lan nagliba" artinya 'sekali-kali kami tidak akan kalah' (sekali-kali tidak / لن adalah harfun sementara kata kami kalah / نغلب adalah fi'lun).